DAIJI RAAMEN PELOPOR RAMEN DAN INSIPIRASI BISNIS KULINER DI BOGOR

0 comments | 2 likes | 04/20/2016
#

Pertumbuhan bisnis kuliner yang sangat cepat akhir-akhir ini mungkin baru berjalan sekitar empat atau lima tahun kebelakang. Bahkan terasa mulai sangat menjamur mungkin sekitar dua atau tiga tahun ke belakang. Ternyata jauh sebelum boomingnya bisnis kuliner, sekitar enam tahun lalu berdiri sebuah kedai ramen kecil di bilangan jalan Pajajaran Indah bernama Daiji Raamen.

Dalam perjalanannya yang menginjak tahun ke-tujuh, Daiji Raamen bisa disebut sebagai pelopor dan bisa menjadi inspirasi. Beberapa dari kamu akan merasa ini berlebihan, tapi menilik perjalanannya yang memang Daiji adalah kedai ramen pertama di Bogor, lalu perjalanan bisnis mereka dari kedai kecil hingga akhirnya memiliki cabang tidaklah berlebihan untuk menasbihkan mereka sebagai pelopor ramen dan inspirasi bagi bisnis kuliner di Bogor.

Berawal dari pertemuan tiga orang sahabat lama yang ingin memiliki tempat nongkrong sendiri tanpa harus jajan-jajan dan bisa produktif, dipilihlah untuk membangun sebuah kedai ramen dengan lokasi di jalan Pajajaran Indah. “Pertama kali Daiji Raamen buka lokasinya itu di tempat Daiji Dorinku sekarang, dan dua orang owner turun langsung untuk menjadi kasir dan produksi sementara karyawan pertama kita dulu hanya dua orang” ini adalah kutipan cerita pertama dari flashback para pemilik Daiji Raamen ketika visitbogor.com wawancarai mengenai perjalanan enam tahun Daiji Raamen.

Konsep pemilihan kedai ramen ternyata bukan tanpa alasan atau bukan hanya karena tidak ada kedai ramen saat itu. Salah satu pemilik Daiji Raamen ternyata orang tuanya dahulu pernah berprofesi sebagai produsen mie buatan sendiri jadi ternyata pengalaman dalam mengolah mie telah dimiliki oleh tiga orang pemilik Daiji Raamen ini. Selain itu pemilihan kata “DAIJI” sebagai nama pun bukan karena memiliki arti bagus dalam bahasa Jepang saja, tapi memiliki arti filosofis yang akan mengiringi perjalanan Daiji Raamen hingga kapanpun.

DAIJI adalah akronim dari Dream, Action, Inovate, Joy dan Inspire. Lima modal utama ketiga pemilik Daiji Raamen untuk membangun bisnis mereka. Satu persatu dari kelima poin ini pun dijelaskan oleh para pemilik Daiji Raamen. Dream, adalah modal pertama mereka untuk membangun Daiji dimana mereka bermimpi untuk membuat sebuah tempat nongkrong sendiri. Action, “mimpi tanpa eksekusi ya sama aja tidur” ucap salah seorang pemilik Daiji Raamen. Action sendiri adalah modal mereka untuk terus bertindak dan tidak hanya bermimpi atau berpangku tangan saja yang dengan sepenuh hati mewujudkan kedai ramen sehingga akhirnya tempat nongkrong impian mereka pun terwujud. Poin selanjutnya adalah Inovate, poin dimana kita harus terus berinovasi dan tidak hanya puas dengan apa yang ada. Poin ini juga berarti kita harus pandai untuk berfikir dalam menghadapi dinamisnya sebuah bisnis kuliner sehingga inovasi diperlukan terus untuk membuat bisnis berjalan dengan baik. Poin keempat yang paling seru nih, Joy, yang bisa berarti emosi bahagia atau semangat bahagia. Menurut para pemilik Daiji Raamen, salah satu kunci Daiji bertahan dan terus berkembang adalah rasa senang dan semangat serta bahagia yang selalu dirasakan ini yang membuat Daiji terus ada. Pemilihan bisnis yang memang disukai, serta pilihan untuk terus menyenangi bisnis yang dijalankan adalah poin pentingnya. Sehingga ketika menjalankannya pun akan tetap menyenangkan, orang yang kerja pun akan tetap senang. “Happy itu adalah hal yang dibuat kok, bukan kita cari-cari kebahagiaan” ungkap seorang pemilik Daiji yang ini sangat menginspirasi sekali.

Poin terakhir adalah Inspire, yang mungkin dengan adanya artikel ini menjadi jalan untuk para pemilik Daiji untuk mengamalkan poin kelima mereka dengan menginspirasi para visitors dalam berbisnis kuliner. Memberikan inspirasi adalah modal kelima dari para pemilik Daiji Raamen dalam berkarya dengan bisnisnya. Memberi inspirasi tidak selalu harus besar efeknya tapi dari sekitar dahulu, seperti menginspirasi para karyawan sehingga mereka terus semangat dan bahagia dalam bekerja hingga memberi inspirasi dari makanan yang disajikan untuk para pengunjung. Jadi memang kelima poin dari nama DAIJI ini menjadi visi utama para pemilik Daiji untuk terus mengembangkan bisnisnya.

Jika dilihat dari perjalanan waktu selama enam tahun ke belakang, Daiji Raamen memulai bisnisnya di tahun 2009 dengan membangun sebuah warung makan ramen kecil di Jalan Pajajaran Indah 9. Dahulu posisi Daiji bukan di tempat yang sekarang melainkan di pinggirnya yang sekarang jadi outletnya Daiji Dorinku. Lalu pada 2010, Daiji membuka cabang pertamanya dengan membuka booth di Jogja Foodlife Bogor Junction. Tahun 2011, Daiji Raamen membuka cabang keduanya dan cabang pertama di luar kota yaitu di Cihampelas Walk Bandung. Lalu berikutnya pada tahun 2012, Daiji mengambil alih bangunan induk yang berada di Pajajaran Indah dan merenovasi bangunannya untuk menjadi Daiji Raamen yang sekarang serta meninggalkan konsep warung yang digeluti dari awal. Pada tahun berikutnya 2013, dibangun outlet Daiji Dorinku yang memang khusus untuk menjual dessert dan minuman. Satu tahun berselang muncul kembali cabang selanjutnya dengan dibangunnya Daiji Raamen Giant Extra Sentul pada 2014. Begitulah perjalanan panjang Daiji hingga akhirnya memiliki 3 cabang diluar pusatnya dan akhirnya memiliki lebih dari 60 karyawan.

Tidak berlebihan rasanya melihat cerita diatas untuk menyebut Daiji sebagai pelopor ramen dan inspirasi untuk bisnis kuliner di Bogor. Dan Daiji boleh dibilang adalah salah satu brand lokal dari Bogor yang namanya bisa berkibar bukan hanya di Bogor serta bisa mempertahankan eksistensinya dalam jangka waktu yang lama dan makin berkembang. Tidak salah apabila visitbogor.com sering sekali mengulas produk-produk mereka.

Comment